Program Bakti Sosial ini merupakan kerjasama dengan Unit 145 Gedong kiwo. Dari RW 07 Keparakan Lor sendiri ada 21peserta, 19 peserta Pap test, dan 2 peserta Operasi Katarak. Tapi siang ini (Sabtu, 30 Agustus 2008 ) yang datang hanya 2 orang, Ibu Tarmi peserta operasi Katarak dan ibu Sayuti peserta Pap test. Kenapa cuma 2 orang ini yang datang??
Begini ceritanya…Awalnya, kami mengumumkan bahwa program bakti sosial ini terdiri dari kegiatan khitan masal, pap smear, pemasangan kontrasepsi, dan operasi katarak. Mendengar pap smear gratis, berbondong-bondonglah para lansia ini mendaftarkan diri (sekali daftar langsung 18 orang). Yah, kan harga pap smear cukup mahal. Namun, respati mengubah rencana pap smear ini menjadi pap test. Jika memang dari hasil pap test ini dirasa perlu untuk dilakukan pap smear, pasien akan dirujuk untuk pap smear – tapi pap smearnya tidak gratis. Beberapa hari kemudian, ada perubahan lagi – pasien yang dirujuk akan diberikan layanan pap smear secara gratis. Karena kami takut nanti ada perubahan lagi dan mengecewakan para lansia ini, saat membagikan kupon bakti sosial kami menyampaikan “Ini kupon untuk pap test, jika memang dari hasil pap test dirasa perlu dilakukan pap smear maka ibu akan dirujuk untuk pap smear. Kami usahakan supaya pap smearnya nanti gratis bu.”
Nah karena ini lah peserta dari RW 07 hanya 2 orang. Di gedong kiwo sendiri peserta bakti sosial ini cukup banyak. Bakti sosial ini dilakukan di salah satu rumah warga. Dihalaman nampak warga menonton pertunjukan dangdut. Bahkan beberapa warga turut serta bernyanyi. Disini saya mendengar lagu ayat-ayat cinta dalam versi dangdut. Weleh..weleh…
Jam 3 pemeriksaan selesai. Para peserta yang perlu diberikan pelayanan lebih lanjut segera dihubungi untuk diajak ke Lab.
Pantesan “miss xx” betah bgt di gedong kiwo mulai pagi mpe sore pdhl cm nungguin 2 orang,,ternyata yg ditungguin sbenarnya dangdutannya toh. kliatanya sih sok kebarat-baratan..tp tnyta hobi emg ga bisa ditutup2pi… he he he.. peace girl..peace..
abis penyanyi dangdut di RW 07 dengan inisial DTP cuma bisa dangdut yang dangdut, ga bisa improvisasi pop jadi dangdut. Jadi di gedong kiwo cukup dibuat bengong.