Makan bareng satu unit

Setelah kunjungan ke desa Tungkak Karang Anyar kami kembali ke rumah masing-masing. Jam 3 sore nanti anggota tim yang perempuan harus ke RW 09 untuk membantu persiapan makan bareng satu unit. Sedangkan anak cowok harus membersihkan pondokan, karena nanti malam pondokan akan dipakai untuk rapat program oleh perangkat desa yang baru.

Tapi kami rasanya malas sekali dengan acara makan bareng ini. Kami ingin hari ini libur saja, karena tadi pagi kami sudah cukupsibuk mengurus acara kunjungan ke Tungkak, Karang Anyar. Akhirnya kami – anggota tim yang perempuan – baru datang sekitar jam 4. Itupun kami tidak segera ke RW 09. Sampai akhirnya jam 5 sore, kormasit disms oleh kormanit.

Akhirnya satu tim kami berangkat ke RW 09. Sesampainya disana, nampaknya persiapan sudah selesai. Kormanit juga sudah mau  pulang ke RW 13. Secara implisit kormanit menyuruh kami untuk melanjutkan bersih-bersih, tapi nampaknya para anggota tim perempuan memilih untuk pura-pura bodoh. Setalah Kormanit pulang ke RW-nya, karena di RW 09 masih sepi dan acara makan-makan baru akan dimulai pukul 7 malam kami memilih untuk jalan-jalan.

Acara jalan-jalan dimulai dari alun-alun kidul. Disini beberapa orang mencoba untuk berjalan melewati 2 buah beringin dengan mata tertutup. Menurut kepercayaan, siapa yang bisa melalui jalan diantara kedua beringin ini, keinginannya akan terkabul. Tidak ada satupun yang berhasil berjalan diantara 2 beringin ini. Imron dan helmi miring ke kiri, lia malah balik lagi ke tempat awal, ganar nyaris berhasil tapi setelah dekat beringin ganar malah belok ke kanan. Setelah puas foto-foto disini dan sempat diusir tukang parkir, kami segera menuju ke mesjid terdekat untuk solat.

Kami solat di mesjid . Setelah solat seperti biasa, kami tetap menyempatkan diri untuk berfoto-foto disini. Karena kami ribut dan takut diusir lagi, kami segera pergi dari mesjid. Tujuan selanjutnya adalah plengkung gading atau plengkung nirbaya.

Pelengkung adalah jalan masuk menuju keraton. Plengkung gading ini terletak di sebelah selatan keraton. Dibawah plengkung ini sekarang ada traffic light. Salah seorang dari kami (andri) dengan cuek berpose di dekat traffic light saat lampu merah (bisa dibayangkan berapa banyak mata yang memandang?). Melihat andri yang cukup cuek, beberapa dari kami pun tidak malu-malu mengikuti jejak andri. Setelah selesai foto dibawah, kami mencoba untuk ke atas plengkung, ternyata diatas gelap gulita. Sulit untuk mengambil foto dari bawah karena tidak mendapat cukup cahaya. Setelah puas berfoto dan sudah mulai merasa lapar, kami segera menuju ke RW 09.

Sampai di RW 09, ternyata kami adalah rombongan pertama yang datang (keliatan banget ya udah laper). Rombongan dari sub unit lain baru berdatangan sekitar pukul 8. Acara pun segera dimulai. Selesai makan, kormanit mengajak kami mendiskusikan beberapa program perlu melibatkan sub unit lain. Tapi dasar bandel, beberapa anggota tim kami malah mengambil langkah seribu untuk segera pulang (biasanya aksi pulang digerakkan oleh widya, kali ini dimulai dari dita). Tanpa ba bi bu, kami segera menuju pintu, pake sepatu, dan menuju parkiran. Kormasit kami hanya bisa bengong. Entah bagaimana malunya kormasit kami melihat kelakuan kami ini.

Maaf kan kami yah Kormasit, Kormanit, dan temen-temen satu unit lainnya ^:)^.

Diterbitkan di:  on September 16, 2008 at 3:15 pm Komentar (4)

“Penggalangan Dana”

Karena hari rabu (30 Juli 2008 ) kami sudah KKN seharian, dari jam setengah 8 pagi sampai jam setengah malam (walaupun ada jeda antara pukul 11 sampai pukul 4 sore), kami meminta agar kamisnya ini KKN libur . Kami para anggota tim yang perempuan yang merencanakan hal ini. Karena disekitar kami banyak anak-anak kecil, selama berunding, kami bilang besok adalah acara “penggalangan dana”.

Karena beberapa hari ini nampaknya kormasit kami sedang bad mood, kami agak takut menyampaikan ide ini. Akhirnya diutuslah dhita (yang dianggap memiliki kemampuan merayu paling baik diantara kami) untuk menyampaikan hal ini kepada kormasit.

Dhita : “mron, ini ada ide dari anak-anak cewek…”

dhita : “kan hari ini kita udah KKN seharian, gimana kalo besok KKN-nya libur? kita nonton bareng aja ke Amplaz “

imron : … (sambil jidatnya kerut-kerut)

Dhita : “ini bukan ide dari kita anak-anak cewek”

imron : “boleh…”

dhita : “ntar alasan ke pak RW atau DPL, bilang aja kita penggalangan dana”

imron : “ah urusan alasan gampang lah nanti, biar aku yang urus” (*dalam bahasa jawa)

Setelah mendapat ijin dari kormasit, ide ini kami sampaikan ke anak-anak cowok. Tanpa pikir panjang mereka semua setuju. Mereka menentukan term&condition untuk nonton ini “Pokoknya duduknya harus selang-seling cowok sama cewek!”

Akhirnya hari kamis (31 Juli 2008 ), kami tidak pergi ke lokasi KKN, tapi malah nonton The Dark Knight. Tapi tim kami kurang satu orang – widya. Posisi widya digantikan oleh adiknya evi. Beberapa anak cowok protes “wah ini ga mematuhi aturan nih “

Maaf kan kami pak RW, pak DPL, Kormanit, semuanya….

Diterbitkan di:  on at 3:15 pm Tinggalkan sebuah Komentar

Wakil RW 07 main tik tok

Nanti malam (10 Agustus 2008 ) kami diundang bermain tik tok di RW 08 oleh Pak Nuri Hartana. Sebenarnya kami tidak keberatan untuk bermain tik-tok. Tapi kami keberatan kalo main tik tok nya minggu malam, karena hari minggu waktu KKN kami dari jam 7 pagi sampai jam 3 siang. Ditambah lagi pagi ini kami sudah ikut kerja bakti dan sore ini beberapa dari anggota tim mau nonton Soundernalin di Peace Park Prambanan.

Sambil menunggu kerja bakti selesai, kami mendiskusikan mengenai pertandingan tik tok nanti malam. Kami merasa tidak enak jika tidak ada wakil yang bermain nanti malam, karena ini permintaan dari Pak Nuri(kami sudah sering meminjam Wireless milik pak Nuri untuk beberapa program). Tapi rasanya malas sekali kalau nanti malam harus ke tempat KKN lagi.

Karena salah seorang anggota KKN (dhita) tidak masuk 2 hari ini, kami menunjuk dia untuk mewakili RW 07 (selain Kormasit yang dengan ikhlas mau mewakili anak laki-laki). Andri pun mengirim SMS ke Dhita memberitahukan hal ini, dan menyuruh dhita menelpon Imron untuk konfirmasi. Dhita kemudian menelpon Imron, dan akhirnya dia bersedia bermain tik tok nanti malam. Pfff…leganya…Kami tidak perlu datang lagi nanti malam. Thanks to Kormasit dan Dhita.

We are so sorry dhita..!!!!

Diterbitkan di:  on at 3:15 pm Komentar (2)

Jalan-jalan ke Ulen Sentalu

Acara ini sebenernya obsesinya kormasit (Imron). Setelah terhasut ajakan dan promosi Imron, kami semua setuju untuk jalan-jalan ke Ulen Sentalu. Senin, 18 Agustus 2008, setelah penyuluhan pembuatan komposter di SD Kinthelan 2, sub unit kami berangkat ke Kaliurang.

Setelah penyuluhan selesai, rupanya acara tidak langsung selesai. Sub unit lain mengajak untuk membuat komposter lagi. Tentu saja hal ini kami tolak. Hal ini mengundang pertanyaan dari sub unit lain, memangnya ada acara apa? Alasan kami ada acara penggalangan dana untuk perpustakaan desa. Malah tidak sengaja obrolan kami mengenai acara jalan-jalan ini terdengar oleh bu Kormasit. Untung saja kami pintern ngeles

dita : “dhit, tar solatnya di rumahku ajalah ya. kan searah juga”

dhita : “iya udah, di rumahmu aja”

widya : “eh, nanti gimana? aku kan mau pulang dulu”

Kormanit : “memangnya kalian mau kemana??”

dita : “emm….”

dhita : “penggalangan dana”

kormanit : “penggalangan dana apa?”

dita : “….” (bingung)

widya : “buat perpustakaan desa”

Acara penyuluhan pembuatan komposter sebenarnya selesai sekitar pukul sepuluh. Tapi Imron dan Ganar diajak diskusi dulu masalah pembagian komposter dan malah diajak membuat komposter lagi siang ini. Selain menunggu mereka, kami juga menunggu evi yang pergi mengantar pulang para pemateri ke daerah Code Utara (dekat RS Sardjito). AKhirnya baru jam 12an kami meninggalkan lokasi KKN. Itupun mampir dulu ke daerah Pogung untuk solat.

Jam setengah 2 kami berangkat dari pogung menuju ulen sentalu. Kami sempat mampir ke rumah evi di Jalan Kaliurang Km.10 tepatnya di komplek taman kersen. Setelah meninggalkan motor di rumahnya, kami melanjutkan perjalanan ke Ulen Sentalu. Langit nampaknya mendung, kormasit kami sudah khawatir akan hujan. Dan ternyata benar, di jalan mulai hujan rintik-rintik. Karena dhita bilang laper, kami berhenti dulu di rumah makan padang. Dari pagi sampe siang ini, kami hanya makan roti – snack acara penyuluhan tadi pagi. Nampaknya ganar yang paling lapar siang ini, tanpa banyak bicara satu piring penuh nasi habis dengan segera.

Jam 3 kami sampai di Ulen Sentalu. Ternyata museum tutup jam 4, kami harus segera masuk dan tidak boleh berlama-lama di dalam. Masuk museum ini, kita tidak boleh membawa tas, dan tidak boleh mengambil gambar atau foto. Kecuali di tempat-tempat yang diijinkan. Setelah kami membeli tiket dengan harga Rp 15.000 – harga mahasiswa, tanpa menunjukkan KTM, harga normal Rp 25.000.

Di museum ini kami diberi penjelasan oleh seorang guide wanita. Pertama dia menjelaskan mengenai awal mula berdirinya museum ini dan apa saja isi museum ini. Di ruangan pertama kami ditunjukkan lukisan mengenai budaya jawa khususnya tarian dan pakaian. Selanjutnya kami diajak melihat foto-foto keluarga kerajaan Jogja dan Solo. Ada pangeran Jogja yang kaya raya, pemilik Pabrik Gula, satu-satunya pangeran yang mampu membeli mobil di jaman itu. Disini juga ada lukisan 3 Dimensi.

Selain itu, disini kami berperlihatkan berbagai macam jenis batik solo dan jogja, surat-surat untuk putri Tineke, cerita mengenai Ratu Pantai Selatan, filosofi dibalik pakaian pengatin wanita jawa, arca-arca jaman Hindu Budha, dan terakhir kami diberi minuman yang konon membuat awet muda.

Setelah selesai, kami bebas berfoto di area taman. Sayangnya, kamera yang kami bawa habis baterai. Sebisa mungkin kami memanfaatkan sisa baterai yang ada.

Pulangnya kami mampir ke rumah Evi lagi. Disini kamu hanya kumpul-kumpul. Setelah sholat maghrib, kami pun pulang. Kenapa ya kalo jalan-jalan walopun dari pagi ga capek rasanya? Tapi kalo KKN, 5 jam, capeeeekkkk sekali….

Diterbitkan di:  on at 3:15 pm Tinggalkan sebuah Komentar

Sikat Gigi Massal dan Pemeriksaan Gigi Gratis

Program ini merupakan kerjasama sub unit RW 07 dan sub unit RW 13. Sasaran acara ini adalah siswa SD, khususnya kelas 1 sampai kelas 4. Lokasi yang kami gunakan adalah SD Kinthelan 2, yang berdekatan dengan posko RW 13.

Acara penyuluhan dimulai pukul 8 pagi. Para penyuluh adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi, yang tidak lain adalah teman-teman saya dan Ister. Sementara kami memberikan penyuluhan di kelas (Kelas 1 digabung dengan kelas 2, kelas 3 dengan kelas 4), anggota tim lainnya melakukan persiapan di lapangan sekolah. Mereka menyusul meja untuk menaruh gelas plastik,mempersiapkan air untuk berkumur, dan masing-masing anggota dipersenjatai dengan sebuah pasta gigi.

Setelah persiapan selesai, siswa kelas 1 sampai kelas 4 diminta berbaris di lapangan. Dengan bimbingan saya melalui mic, teman-teman mulai mengoleskan pasta gigi diatas sikat gigi yang dipegang anak-anak. Untuk anak-anak, seharusnya pasta gigi yang mereka gunakan hanya seukuran biji jagung. Tapi nampaknya di rumah mereka terbiasa mengoleskan pasta gigi sepanjang sikat gigi mereka. Wajar saja jika beberapa anak protes karena merasa pasta gigi yang diberikan terlalu sedikit. Setelah semua anak mendapat pasta gigi, saya mulai memberikan pengarahan untuk berkumur telebih dahulu, kemudian mulai menyikat gigi dengan gerakan memutar, mulai dari bagian depan lalu samping kanan dan kiri. Karena tidak terbiasa, anak-anak tampak kesulitan menyikat gigi dengan gerakan memutar ini. Mereka pun tampak bingung ketika saya mengarahkan mereka untuk menyikat lidah. Semoga setelah acara sikat gigi masal ini, mereka bisa mengubah cara sikat gigi mereka. acara selanjutnya…

Diterbitkan di:  on September 12, 2008 at 1:01 am Tinggalkan sebuah Komentar